Kriiiinnggg……….,bel sekolah Budi berbunyi.Budi pun
bersiap masuk kelasnya.Hari ini adalah hari yang paling ditunggu-tunggu oleh
Budi dan teman-temanya,karena hari ini adalah hari dimana rapor dibagikan atau
biasa disebut terima rapor.Setelah itu wali kelas budi pun masuk kelas Budi
dengan membawa banyak rapor untuk dibagikan.Satu per satu rapor dibagikan ke
siswa di kelas itu.Nama-nama siswa dipanggil satu per satu….,Badi…..,Bedi……,Bidi……..,Bodi.Dan saat giliran nama Budi dipanggil,budi
langsung maju ke dapan untuk mengambil rapornya.Setelah mengambil rapornya budi
kembali duduk.Seperti biasa murid-murid di kelas itu berbisik-bisik dan
bertanya berapa nilai temanya.Setelah semua rapor dibagikan wali kelas Budi
berkata:
WALI KELAS : Anak-anak,rapornya diberikan ke orang tua
masing-masing ya
MURID : Ya……,bu
(Lalu mereka
semua pun pulang ke rumah masing-masing.)
Sebelum
pulang Budi pergi ke toilet sekolahan dulu untuk melihat nilai-nilai
rapornya.Ia memilih di toilet karena di toilet sangat privasi dan tidak ada
yang melihatnya.Halaman demi halaman ia buka.Tetapi semua mata pelajaran
nilainya tidak ada yang lebih dari 70 dan disitu tertera kalimat “TIDAK NAIK
KELAS”.Budi panik dan keluar dari toilet lalu langsung pulang menuju rumah
dengan berjalan kaki.Saat perjalanan Budi terus memikirkan nilainya.kenapa
nilainya jelek?,kenapa tidak ada yang lebih dari 70?,dan lain sebagainya.Karena
terus berpikir tentang nilainya,sampai-sampai ia menabrak pohon dan ada
benjolan di kepalanya (wkwkwkwk).
Sesampainya
di depan rumah ia langsung masuk kamarnya untuk ganti baju.Saat sedang ganti
baju ia mendengar suara-suara yang memberi tahunya bagaimana agar ibunya tidak
marah tentang nilai rapornya.Ia mendengar ada suara yang sedang mencoba
berbicara denganya.
BUDI : Hehh….,siapa itu
A :
Stttttt…,jangan keras-keras nanti
ibumu dateng.Aku kesini mau ngasih tau cara biar ibumu nggak marah sama nilai rapormu
BUDI : Ok
ok…..,i’m listening my friend.
A :
Kamu tahu ini bulan apa?
BUDI : Bulan Juni….,gitu aja nggak tahu
A : -_-
Gini lhooooo….,ini kan Bulan Ramadhan,coba sebutin waktu puasa selain nggak boleh makan dan minum,nggak boleh ngapain lagi?
BUDI : Menahan marah,harus saba…………
A : Nahhhh itu…..,menahan
marah…..,itu kuncinya.Jadi sebelum kamu bilang ke ibumu tentang nilaimu,kamu
bilang ke ibumu dulu kalo ramadhan itu nggak boleh marah.Iya nggak?
BUDI : Leh Uga…..,Ok makasih saranya aku bilang ke
ibu dulu ya.
(Setelah
selesai berbicara dengan suara-suara aneh itu,Budi langsung menghampiri ibunya
yang sedang memasak di dapur)
BUDI : Ibu-ibu
IBU :
Apa Bud?
BUDI : Ibu tahu larangan di bulan Ramadhan selain
makan dan minum?
IBU : Masak gitu aja harus tanya….,nggak diajarin
Agama po di sekolah?
BUDI : Coba ibu yang sebutin
IBU :
Menahan nafsu lain….,seperti marah
itu lhoo….Kamu bisa kan Bud?
BUDI : Tak kasih contoh ya bu…….hehehehe.
(Budi
menunjukan rapor yang tadi diberi oleh gurunya)
BUDI : Tadi Budi terima rapor Bu………,Anu… ini Budi
nggak naik kelas sama nilainya
nggak ada yang lebih dari 70….
IBU :
APAAAAAAAAAA!!!
BUDI : Sttt….stt…. Ibu…… Ini bulan Ramadhan.Ibu
menahan marah,Niscaya kesabaran Ibu akan dibalas oleh Allah Yang
Maha Kuasa
IBU : Hhhhhhhhmmmmmmmm……………….
(Brukkkk……..Ibunya Budi pingsan akhirnya)
TAMAT
(Terimakasih semua yang sudah membaca cerita pendek ini….ceritanay
diambil yang baik-baik aja lho ya…..,berikan saran dan kritik di komen di bawah
ya.)
BYE--BYE

Wkwkwk untung nakal-nakalnya gue ,gue tetap naik kelas
ReplyDeletehahahaha iya gan....,makasih ya udah mampir lain kali mampir lagi ya :v
DeleteGood job Boys
ReplyDeleteOK SIP,
Delete